kreteria manager proyek yang baik !
Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang brtindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM ini sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.
Untuk menjadi seorang PM yang baik diperlukan beberapa kriteria khusus agar proyek berhasil dengan baik. Kriteria tersebut dilihat dari berapa sisi diantaranya :
Karakter dari Kepribadinya
Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
1. Karakter dari Kepribadiannya
Harus memahami dan menguasai semua hal baik secara teori maupun teknis terhadap proyek yang sedang di tangani.
Memiliki pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan proyek yang sedang dikelola.
Sebagai seorang yang mengambil keputusan, maka harus mampu bertindak secara adil dan bertanggung jawab.
Memiliki wibawa, mampu beradaptasi dan bergaul dengan bawahan sehingga tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.
2. Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek.
Mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu dan anggaran yang diberikan.
Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan tim yang Dipimpin
Mampu bersosialisasi dengan bawahan atau anggota tim.
Mampu membangun kedisiplinan secara structural
Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manjerial.
Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
Sumber
Jenis-jenis Profesi Dan Deskripsi Dibidang IT, Deskripsi Kerja Profesi IT, Standar Profesi di Indonesia Dan Regional
Jenis-jenis Profesi Dan Deskripsi Dibidang IT
Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang IT atau Teknologi Informasi. Perkembangan dunia IT telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas.
Munculnya bidang IT yang baru juga memunculkan profesi di bidang IT yang semakin menjurus sesuai dengan keahlian masing-masing.
Berikut ini merupakan aneka profesi di bidang IT yang perlu kamu ketahui jika ingin berkecimpung di bidang pekerjaan IT atau Teknologi informasi.
Tugas :
Membuat program baik aplikasi maupun system operasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.
Kualifikasi :
Menguasai logika dan algoritma pemrograman
Menguasai bahasa pemrograman seperti HTML, Ajax, CSS, JavaScript, C++, VB, PHP, Java, Ruby dll.
Memahami SQL
Menguasai bahasa inggris IT
Tugas:
Install software
Memperbaiki hardware
Membuat jaringan
Kualifikasi:
Menguasai bagian-bagian hardware komputer
Mengetahui cara install program atau aplikasi software
Menguasai sejumlah aplikasi umum sistem operasi komputer
Tugas:
Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software
Kualifikasi:
Menguasai keahlian sebagai programmer dan system analyst
Menguasai metode pengembangan software seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll.
Tugas:
Menginstal perangkat lunak baru
Mengkonfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator
Mengelola keamanan database
Analisa data di database
Kualifikasi:
Menguasai teknologi database seperti Oracle, Sybase, DB2, MS Access serta Sistem Operasi
Menguasai teknologi server dan storage.
Tugas:
Menjaga kelancaran akses situs (instalasi dan konfigurasi sistem)
Merawat hosting dan domain
Mengatur keamanan server dan firewall
Mengatur akun dan kata sandi untuk admin serta user
Kualifikasi:
Menguasai keahlian seorang programmer
Menguasai jaringan (LAN, WAN, Intranet)
Menguasai OS Unix (Linux, FreeBSD, dll)
Tugas:
Menganalisa kebutuhan sistem
Merancang web atau situs (desain dan program)
Mengaktifkan domain dan hosting
Pemeliharaan situs dan promosi
Kualifikasi:
Menguasai pemrograman web
Menguasai pengelolaan database
Mengerti domain dan hosting
Menguasai sistem jaringan
Tugas:
Mendesain tampilan situs
Memastikan tampilan gambar berfungsi ketika ditambahkan bahasa pemrograman
Kualifikasi:
Menguasai HTML, CSS dan XHTML
Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator
Memiliki jiwa seni dan harus kreatif
Itulah aneka profesi di bidang IT yang sangat potensial untuk dijadikan karir ke depannya dan profesi di bidang IT ini mungkin saja akan semakin bertambah seiring berkembangnya dunia teknologi informasi sehingga kesempatan mencari lowongan kerja it atau sesuai bidang ini semakin terbuka lebar.
Tugas :
Membuat jaringan untuk perusahaan atau instansi
Mengatur email, anti spam dan virus protection
Melakukan pengaturan user account, izin dan kata sandi
Mengawasi penggunaan jaringan
Kualifikasi :
Menguasai server, workstation dan hub/switch
Tugas :
Mengembangkan perangkat lunak/software dalam tahapan requirement, design dan construction
Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan jenis bisnis customer
Membangun framework untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer Kualifikasi :
Menguasai keahlian sebagai programmer
Menguasai metode dan best practice pemrograman
Memahami arsitektur aplikasi dan teknologi terkini
Sumber
Deskripsi Kerja Profesi IT
Berikut ini merupakan beberapa deskripsi kerja (job description) dari beberapa profesi yang terdapat di bidang IT.
1. IT Programmer
• Mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak.
• Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
• Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan.
• Menyediaakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal.
• Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan.
• Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portofolio produk.
• Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan.
• Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.
2. System Analyst
• Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya.
• Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
• Mempersiapkan flowchart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
• Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.
• Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.
• Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.
• Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.
• Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.
• Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.
• Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.
• Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.
• Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan
• Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.
3. IT Project Manager
• Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
• Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
• Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
• Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
• Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
• Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
• Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
• Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.
4. IT Support Officer
• Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
• Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
• Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
• Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
• Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
• Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan departement regular.
5. Network Administrator
• Maintain dan perawatan jaringan LAN.
• Archive data.
• Maintain dan perawatan komputer.
6. Network Engineer
• Maintenance LAN dan Koneksi Internet
• Maintenance hardware
• Maintenance database dan file
• Help Desk
• Inventory
7. Network and Computer Systems Administrators
• Menjaga dan mengelola jaringan komputer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi.
• Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
• Mendiagnosa, memecahkan masalah, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan lainnya dan masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
• Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data, perangkat lunak, dan perangkat keras.
• Mengkonfigurasikan, memonitor, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
• Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
• Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
• Desain, mengkonfigurasi, dan perangkat keras uji komputer, jaringan lunak dan perangkat lunak sistem operasi.
• Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan.
• Berunding dengan pengguna jaringan tentang bagaimana untuk memecahkan masalah sistem yang ada.
8. Network Systems and Data Communications Analysts
• Menguji dan mengevaluasi hardware dan software untuk menentukan efisiensi, reliabilitas, dan kompatibilitas dengan sistem yang ada, dan membuat rekomendasi pembelian.
• Desain dan implementasi sistem, konfigurasi jaringan, dan arsitektur jaringan, termasuk teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, lokasi situs, dan integrasi teknologi.
• Membantu pengguna untuk mendiagnosa dan memecahkan masalah komunikasi data.
• Memantau kinerja sistem dan menyediakan langkah-langkah keamanan, tips dan pemeliharaan yang diperlukan.
• Menjaga dibutuhkan file dengan menambahkan dan menghapus file pada server jaringan dan membuat cadangan file untuk menjamin keselamatan file apabila terjadi masalah dengan jaringan.
• Bekerja dengan engineer lain, analis sistem, programer, teknisi, ilmuwan dan manajer tingkat atas dalam pengujian, desain dan evaluasi sistem.
• Mengidentifikasi area operasi yang perlu diupgrade peralatan seperti modem, kabel serat optik, dan kabel telepon.
• Konsultasi pelanggan, kunjungi tempat kerja atau melakukan survei untuk menentukan kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan.
• Melatih pengguna dalam menggunakan peralatan.
• Memelihara perangkat seperti printer, yang terhubung ke jaringan.
9. Web Administrators
• Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
• Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
• Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
• Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
• Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
• Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
• Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
• Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
• Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.
10. Web Developers
• Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
• Melakukan atau update situs web langsung.
• Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
• Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
• Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
• Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
• Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
• Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
• Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.
11. Computer Security Specialists
• Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
• Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
• Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
• Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
• Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
• Memodifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
• Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
• Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
• Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.
• Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana sistem komputer dengan personil pendirian dan vendor luar.
Sumber
Standar Profesi di Indonesia Dan Regional
Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.
Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai beriku :
Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :
Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi ini, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.
Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.
Gambar 2. Promosi model SRIG-PS
Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.
Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :
Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :
Adalah penting untuk menyusun WEBpage mengenai Standardisasi Profesi pada Teknologi Informasi. WEBpage ini akan memberikan informasi mengenai model SRIG-PS dan model standard di Indonesia.
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia
Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.
Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.
Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.
Sertifikasi sebaiknya dilaksanakan oleh IPKIN sebagai Asosiasi Komputer Indonesia. Pemerintah diharapkan akan mengakui sertifikat ini, dan memperkenalkan dan mendorong implementasinya di industri. Dalam mengimplementasikan mekanisme sertifikasi, beberapa badan perlu dibentuk.
Kerja sama antara institusi terkait dikoordinasikan. IPKIN sebagai Asosiasi Profesi dapat memainkan peranan sebagai koordinator.
Dalam pembentukan mekanisme sertifikasi harus diperhatikan beberapa hal yang dapat dianggap sebagai kriteria utama:
Sebagai kriteria tambahan adalah :
Dalam hal sertifikasi ini SEARCC memiliki peranan dalam hal :
Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang IT atau Teknologi Informasi. Perkembangan dunia IT telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas.
Munculnya bidang IT yang baru juga memunculkan profesi di bidang IT yang semakin menjurus sesuai dengan keahlian masing-masing.
Berikut ini merupakan aneka profesi di bidang IT yang perlu kamu ketahui jika ingin berkecimpung di bidang pekerjaan IT atau Teknologi informasi.
- Programmer adalah orang yang membuat suatu aplikasi untuk client/user baik untuk perusahaan, instansi ataupun perorangan.
Tugas :
Membuat program baik aplikasi maupun system operasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.
Kualifikasi :
Menguasai logika dan algoritma pemrograman
Menguasai bahasa pemrograman seperti HTML, Ajax, CSS, JavaScript, C++, VB, PHP, Java, Ruby dll.
Memahami SQL
Menguasai bahasa inggris IT
- IT Support merupakan pekerjaan IT yang mengharuskan seseorang bisa mengatasi masalah umum yang terjadi pada komputer seperti install software, perbaikan hardware dan membuat jaringan komputer. Profesi ini cukup mudah dilakukan karena bisa dilakukan secara otodidak tanpa memerlukan pendidikan khusus.
Tugas:
Install software
Memperbaiki hardware
Membuat jaringan
Kualifikasi:
Menguasai bagian-bagian hardware komputer
Mengetahui cara install program atau aplikasi software
Menguasai sejumlah aplikasi umum sistem operasi komputer
- Software Engineer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.
Tugas:
Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software
Kualifikasi:
Menguasai keahlian sebagai programmer dan system analyst
Menguasai metode pengembangan software seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll.
- Database Administrator adalah mereka yang memiliki keahlian untuk mendesain, mengimplementasi, memelihara dan memperbaiki database.
Tugas:
Menginstal perangkat lunak baru
Mengkonfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator
Mengelola keamanan database
Analisa data di database
Kualifikasi:
Menguasai teknologi database seperti Oracle, Sybase, DB2, MS Access serta Sistem Operasi
Menguasai teknologi server dan storage.
- Web Administrator adalah seseorang yang bertanggung jawab secara teknis terhadap operasional sebuah situs atau website.
Tugas:
Menjaga kelancaran akses situs (instalasi dan konfigurasi sistem)
Merawat hosting dan domain
Mengatur keamanan server dan firewall
Mengatur akun dan kata sandi untuk admin serta user
Kualifikasi:
Menguasai keahlian seorang programmer
Menguasai jaringan (LAN, WAN, Intranet)
Menguasai OS Unix (Linux, FreeBSD, dll)
- Web Developer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembangunan sebuah situs dengan konsep yang telah ditentukan.
Tugas:
Menganalisa kebutuhan sistem
Merancang web atau situs (desain dan program)
Mengaktifkan domain dan hosting
Pemeliharaan situs dan promosi
Kualifikasi:
Menguasai pemrograman web
Menguasai pengelolaan database
Mengerti domain dan hosting
Menguasai sistem jaringan
- Web Designer adalah mereka yang memiliki keahlian dalam membuat design atraktif dan menarik untuk situs serta design untuk kepentingan promosi situs secara visual.
Tugas:
Mendesain tampilan situs
Memastikan tampilan gambar berfungsi ketika ditambahkan bahasa pemrograman
Kualifikasi:
Menguasai HTML, CSS dan XHTML
Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator
Memiliki jiwa seni dan harus kreatif
Itulah aneka profesi di bidang IT yang sangat potensial untuk dijadikan karir ke depannya dan profesi di bidang IT ini mungkin saja akan semakin bertambah seiring berkembangnya dunia teknologi informasi sehingga kesempatan mencari lowongan kerja it atau sesuai bidang ini semakin terbuka lebar.
- Network Engineer adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
Tugas :
Membuat jaringan untuk perusahaan atau instansi
Mengatur email, anti spam dan virus protection
Melakukan pengaturan user account, izin dan kata sandi
Mengawasi penggunaan jaringan
Kualifikasi :
Menguasai server, workstation dan hub/switch
- System Analyst adalah orang yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
Tugas :
Mengembangkan perangkat lunak/software dalam tahapan requirement, design dan construction
Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan jenis bisnis customer
Membangun framework untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer Kualifikasi :
Menguasai keahlian sebagai programmer
Menguasai metode dan best practice pemrograman
Memahami arsitektur aplikasi dan teknologi terkini
Sumber
Deskripsi Kerja Profesi IT
Berikut ini merupakan beberapa deskripsi kerja (job description) dari beberapa profesi yang terdapat di bidang IT.
1. IT Programmer
• Mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak.
• Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
• Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan.
• Menyediaakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal.
• Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan.
• Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portofolio produk.
• Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan.
• Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.
2. System Analyst
• Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
• Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya.
• Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
• Mempersiapkan flowchart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
• Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.
• Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.
• Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.
• Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.
• Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.
• Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.
• Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.
• Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.
• Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan
• Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.
3. IT Project Manager
• Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
• Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
• Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
• Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
• Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
• Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
• Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
• Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
• Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.
4. IT Support Officer
• Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
• Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
• Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
• Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
• Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
• Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan departement regular.
5. Network Administrator
• Maintain dan perawatan jaringan LAN.
• Archive data.
• Maintain dan perawatan komputer.
6. Network Engineer
• Maintenance LAN dan Koneksi Internet
• Maintenance hardware
• Maintenance database dan file
• Help Desk
• Inventory
7. Network and Computer Systems Administrators
• Menjaga dan mengelola jaringan komputer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi.
• Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
• Mendiagnosa, memecahkan masalah, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan lainnya dan masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
• Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data, perangkat lunak, dan perangkat keras.
• Mengkonfigurasikan, memonitor, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
• Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
• Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
• Desain, mengkonfigurasi, dan perangkat keras uji komputer, jaringan lunak dan perangkat lunak sistem operasi.
• Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan.
• Berunding dengan pengguna jaringan tentang bagaimana untuk memecahkan masalah sistem yang ada.
8. Network Systems and Data Communications Analysts
• Menguji dan mengevaluasi hardware dan software untuk menentukan efisiensi, reliabilitas, dan kompatibilitas dengan sistem yang ada, dan membuat rekomendasi pembelian.
• Desain dan implementasi sistem, konfigurasi jaringan, dan arsitektur jaringan, termasuk teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, lokasi situs, dan integrasi teknologi.
• Membantu pengguna untuk mendiagnosa dan memecahkan masalah komunikasi data.
• Memantau kinerja sistem dan menyediakan langkah-langkah keamanan, tips dan pemeliharaan yang diperlukan.
• Menjaga dibutuhkan file dengan menambahkan dan menghapus file pada server jaringan dan membuat cadangan file untuk menjamin keselamatan file apabila terjadi masalah dengan jaringan.
• Bekerja dengan engineer lain, analis sistem, programer, teknisi, ilmuwan dan manajer tingkat atas dalam pengujian, desain dan evaluasi sistem.
• Mengidentifikasi area operasi yang perlu diupgrade peralatan seperti modem, kabel serat optik, dan kabel telepon.
• Konsultasi pelanggan, kunjungi tempat kerja atau melakukan survei untuk menentukan kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan.
• Melatih pengguna dalam menggunakan peralatan.
• Memelihara perangkat seperti printer, yang terhubung ke jaringan.
9. Web Administrators
• Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
• Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
• Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
• Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
• Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
• Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
• Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
• Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
• Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.
10. Web Developers
• Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
• Melakukan atau update situs web langsung.
• Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
• Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
• Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
• Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
• Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
• Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
• Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
• Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.
11. Computer Security Specialists
• Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
• Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
• Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
• Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
• Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
• Memodifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
• Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
• Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
• Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.
• Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana sistem komputer dengan personil pendirian dan vendor luar.
Sumber
Standar Profesi di Indonesia Dan Regional
Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.
Gambar 1. Implementasi Standardisasi Profesi bidang TI di Indonesia
- Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi
- Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
- Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
- Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
- Penerapan mekanisme re-sertifikasi
Promosi Standard Profesi Teknologi Informasi
Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :
- Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok.pada bulan Juli 1996.
- Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997
- Presentasi tiap negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.
Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi ini, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.
Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.
Gambar 2. Promosi model SRIG-PS
Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.
- Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
- Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
- Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
- Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
- Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :
- Publikasi dari Standard Profesional Regional diterbitkan di seluruh negara anggota
- Presentasi secara formal di tiap negara anggota.
- Membantu implementasi standard di negara-negara anggota
- Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/Ikatan nasional
- Melakukan evaluasi dan pengujian
- Melakukan perbaikan secara terus menerus
- Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standard ini.
Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :
- Biaya publikasi : disain, percetakan dan distribusi
- Presentasi formal di negara anggota
- Membantu implementasi standar di negara anggota
- Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman.
Adalah penting untuk menyusun WEBpage mengenai Standardisasi Profesi pada Teknologi Informasi. WEBpage ini akan memberikan informasi mengenai model SRIG-PS dan model standard di Indonesia.
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia
Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.
Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.
Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.
Gambar 3.Model Interaksi Sistem Sertifikasi Profesional TI
- Badan Penguji harus dibentuk dan institusi pendidikan sebaiknya dilibatkan dalam mekanisme ini. Hal ini perlu karena institusi pendidikan memiliki pengalaman dalam memberikan ujian.
- Panitia Persiapan Ujian, mempersiakan kebutuhan administrasi, pendaftaran, penjadwalan, pengumpulan maeri ujian.
- Pelaksana Ujian, mempersiapkan tempat ujian dan melaksanakan ujian. Menyerahkan hasil ujian kepada Badan Penguji untuk diperiksa, mengolah hasil dan memberikan hasil kepada IPKIN
- Pelaksana akreditasi training centre, untuk kebutuhan resertifikasi maka perlu dibentuk badan yang melakukan penilaian terhadap pelaksana pusat pelatihan, tetapi hal ini baru dilaksanakan setelah 5 tahun sistem sertifikasi berjalan,.
- Pelaksana resertifikasi, hal ini mungkin baru dapat dilaksanakan setelah 5 tahun setelah sistem sertifikasi berjalan dengan baik
Kerja sama antara institusi terkait dikoordinasikan. IPKIN sebagai Asosiasi Profesi dapat memainkan peranan sebagai koordinator.
Dalam pembentukan mekanisme sertifikasi harus diperhatikan beberapa hal yang dapat dianggap sebagai kriteria utama:
- Sistem sertifikasi sebaiknya kompatibel dengan pembagian pekerjaan yang diakui secara regional.
- Memiliki berbagai instrument penilaian, misal test, studi kasus, presentasi panel, dan lain-lain.
- Harus memiliki mekanisme untuk menilai dan memvalidasi pengalaman kerja dari para peserta, karena kompetensi profesional juga bergantung dari pengalaman kerja pada bidang tersebut.
- Harus diakui pada negara asal.
- Harus memiliki silabus dan materi pelatihan, yang menyediakan sarana untuk mempersiapkan diri untuk melakukan ujian sertifikasi tersebut.
- Sebaiknya memungkinkan untuk dilakukan re-sertifikasi
Sebagai kriteria tambahan adalah :
- Terintegrasi dengan Program Pengembangan Profesional
- Dapat dilakukan pada region tersebut.
Dalam hal sertifikasi ini SEARCC memiliki peranan dalam hal :
- Menyusun panduan
- Memonitor/dan bertukar pengalaman
- Mengakreditasi sistem sertifikasi, agar mudah diakui oleh negara lain anggota SEARCC
- Mengimplementasi sistem yang terakreditasi tersebut
Etika & Profesionalisme TSI ( Tugas 2 )
Tulisan mengenai !
Jawab !
UU ITE boleh disebut sebuah cyberlaw karena muatan dan cakupannya luas membahas pengaturan di dunia maya, meskipun di beberapa sisi ada yang belum terlalu lugas dan juga ada yang sedikit terlewat.
Contoh hal-hal yang diatur pada UU ITE di Indoensia antara lain :
1. Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional (tinta basah dan bermaterai).
Sesuai dengan e-ASEAN Framework Guidelines (pengakuan tanda tangan digital lintas batas).
2. Alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHP.
3. UU ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia yang memiliki akibat hukum di Indonesia.
4. Pengaturan Nama domain dan Hak Kekayaan Intelektual.
5. Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37):
• Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan)
• Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan)
• Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Teror)
• Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking)
• Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi)
• Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi Rahasia)
• Pasal 33 (Virus, DoS)
• Pasal 35 (Pemalsuan Dokumen Otentik / phishing)
Di era digital dan internet seperti sekarang ini, UU ITE sangat penting untuk mendukung lancarnya kegiatan yang dilakukan via Internet. Banyak kasus pencurian dan kriminal terjadi lewat internet namun tidak semua dapat dituntaskan. UU ITE ini sebagai upaya pemerintah untuk menjamin keamanan transaksi elektronik.
Namun banyak pihak berpendapat bahwa UU ini telah jauh melenceng dari misi awalnya yang hendak melindungi perdagangan dan transaksi elektronik. UU ITE malah melangkah jauh dengan mencampuri hak-hak sipil yang merupakan bagian dari kebebasan dasar yang harus dapat dinikmati oleh setiap orang yaitu kemerdekaan berpendapat yang dilindungi UU 1945 dan piagam PBB soal HAM.
Setelah sedikit proses analisis, ternyata walaupun sudah disahkan oleh legislative, masih banyak juga yang berpendapat bahwa UU ITE masih rentan terhadap pasal karet, atau pasal-pasal yang intepretasinya bersifat subjektif/individual. Memang UU ini tidak bisa berdiri sendiri, dapat dikatakan bahwa UU ini ada hubungan timbal balik dengan RUU Anti-Pornografi, yang notabene juga sedang gencar-gencarnya dibahas.
2. UU No. 19 Tentang Hak Cipta serta contoh kasus
Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.
Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau "ciptaan". Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.
Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.
Contoh Kasus :
PT. MusikIndonesia menerbitkan sebuah lagu yang beraliran melayu. Lagu ini dijual secara luas di masyarakat. 1 bulan kemudian PT. Melayuku juga menerbitkan sebuah lagu yang serupa yang isi lagu itu sama dengan yang dimiliki oleh PT. MusikIndonesia. Tetapi aliran lagunya tidak sama, PT. Melayuku memakai aliran lagu Jazz dan susunan kata yang sedikit dirubah. Sementara itu terbitan lagu PT. MusikIndonesia tidak ada, PT. MusikIndonesia tidak mendaftarkan ciptaannya. PT MusikIndonesia berkeinginan untuk menggugat PT. Melayuku dengan alasan melanggar hak cipta.
- RUU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
- UU No. 19 Tentang Hak Cipta serta contoh kasus
Jawab !
- RUU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
UU ITE boleh disebut sebuah cyberlaw karena muatan dan cakupannya luas membahas pengaturan di dunia maya, meskipun di beberapa sisi ada yang belum terlalu lugas dan juga ada yang sedikit terlewat.
Contoh hal-hal yang diatur pada UU ITE di Indoensia antara lain :
1. Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional (tinta basah dan bermaterai).
Sesuai dengan e-ASEAN Framework Guidelines (pengakuan tanda tangan digital lintas batas).
2. Alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHP.
3. UU ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia yang memiliki akibat hukum di Indonesia.
4. Pengaturan Nama domain dan Hak Kekayaan Intelektual.
5. Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37):
• Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan)
• Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan)
• Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Teror)
• Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking)
• Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi)
• Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi Rahasia)
• Pasal 33 (Virus, DoS)
• Pasal 35 (Pemalsuan Dokumen Otentik / phishing)
Di era digital dan internet seperti sekarang ini, UU ITE sangat penting untuk mendukung lancarnya kegiatan yang dilakukan via Internet. Banyak kasus pencurian dan kriminal terjadi lewat internet namun tidak semua dapat dituntaskan. UU ITE ini sebagai upaya pemerintah untuk menjamin keamanan transaksi elektronik.
Namun banyak pihak berpendapat bahwa UU ini telah jauh melenceng dari misi awalnya yang hendak melindungi perdagangan dan transaksi elektronik. UU ITE malah melangkah jauh dengan mencampuri hak-hak sipil yang merupakan bagian dari kebebasan dasar yang harus dapat dinikmati oleh setiap orang yaitu kemerdekaan berpendapat yang dilindungi UU 1945 dan piagam PBB soal HAM.
Setelah sedikit proses analisis, ternyata walaupun sudah disahkan oleh legislative, masih banyak juga yang berpendapat bahwa UU ITE masih rentan terhadap pasal karet, atau pasal-pasal yang intepretasinya bersifat subjektif/individual. Memang UU ini tidak bisa berdiri sendiri, dapat dikatakan bahwa UU ini ada hubungan timbal balik dengan RUU Anti-Pornografi, yang notabene juga sedang gencar-gencarnya dibahas.
2. UU No. 19 Tentang Hak Cipta serta contoh kasus
Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.
Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau "ciptaan". Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.
Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.
Contoh Kasus :
PT. MusikIndonesia menerbitkan sebuah lagu yang beraliran melayu. Lagu ini dijual secara luas di masyarakat. 1 bulan kemudian PT. Melayuku juga menerbitkan sebuah lagu yang serupa yang isi lagu itu sama dengan yang dimiliki oleh PT. MusikIndonesia. Tetapi aliran lagunya tidak sama, PT. Melayuku memakai aliran lagu Jazz dan susunan kata yang sedikit dirubah. Sementara itu terbitan lagu PT. MusikIndonesia tidak ada, PT. MusikIndonesia tidak mendaftarkan ciptaannya. PT MusikIndonesia berkeinginan untuk menggugat PT. Melayuku dengan alasan melanggar hak cipta.
Etika & Profesionalisme TSI ( Tugas 1 )
Tulisan mengenai
Jawab !
Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).
Kode Etik Profesional
Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.
2. Jenis-jenis ancaman melalui IT
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, karakteristik dari setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.
3. Kasus-kasus computer crime / cybercrime
Kasus 1 :
Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet.
Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.
Kasus 2 :
Carding, salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang. Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
Sumber
Sumber
Sumber
- Pengertian profesionalisme dan kode etik profesional
- Jenis-jenis ancaman melalui IT
- Kasus-kasus computer crime / cybercrime
Jawab !
- Pengertian profesionalisme dan kode etik profesional
Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).
Kode Etik Profesional
Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.
2. Jenis-jenis ancaman melalui IT
- Unauthorized Access to Computer System and Service
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.
- Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
- Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.
- Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.
- Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
- Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, karakteristik dari setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.
3. Kasus-kasus computer crime / cybercrime
Kasus 1 :
Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet.
Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.
Kasus 2 :
Carding, salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang. Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
Sumber
Sumber
Sumber
Posted by boim gerald
Kenapa Dianjurkan Menggunakan Software Open Source Dalam Membuat Aplikasi ?
Open Source adalah sebuah sistem baru dalam mendistribusikan software kepada pengguna dengan memberikan program dan source code nya secara gratis! Bahkan pengguna dapat mempelajari dan melakukan modifikasi untuk membuat software tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka. Richard M. Stallman,pendiri Free Software Foundation -sebuah organisasi yang mendukung Open Source,mengeluarkan sebuah lisensi software untuk Open Source yang dinamakan GPL (GNU Public License). Lisensi inilah yang saat ini paling banyak digunakan untuk mendistribusikan software Open Source. Selain GPL, masih banyak lisensi software lainnya yang dikembangkan oleh komunitas Open Source.
Berikut adalah keuntungan software Open Source:
Sisi pengguna:
Sisi developer:
Selain itu keuntungan dari opensource yaitu:
Meningkatnya reliabilitas. Oleh karena kode sumber untuk program-program open source tersedia secara bebas maka program yang dibuat oleh seseorang ataupun sesuatu organisasi akan mendapatkan review dari rekan-rekannya ataupun pihak-pihak lain. Hal ini mengakibatkan program-program open source mempunyai reliabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan program-program closed source (proprietary). Reliabilitas yang tinggi ini tentu saja menguntungkan bagi pihak customer karena ia dapat memperoleh program-program yang dapat diandalkan dalam melakukan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
Meningkatnya keamanan. Selain itu dengan tersedianya kode sumber maka segala kesalahan yang terdapat dalam program, misalnya kesalahan logika ataupun kesalahan pengkodean, dapat segera diperbaiki tanpa perlu menunggu waktu yang lama, karena seseorang yang menemukan kesalahan tersebut dapat saja segera memperbaikinya dan mengirimkan perbaikan tersebut ke Internet atau bila ia tidak mampu memperbaikinya ia dapat memberitahu pihak-pihak lain. Sebagai contoh, suatu kesalahan dalam Linux umumnya segera diperbaiki dalam kurun waktu kurang dari satu hari, bahkan dalam beberapa jam sejak dikeluarkan. Namun demikian, software yang didistribusikan secara open source tidak menjamin bahwa software tersebut aman.
Selain itu dengan tersedianya kode sumber maka customer akan merasa lebih nyaman, lebih yakin karena ia tidak membeli kucing dalam karung. Bagaimanakah perasaan Anda bila mobil yang Anda beli tidak dapat dilihat mesinnya ataupun bagian-bagian dalam lainnya ?
Berikut ini adalah beberapa alasan orang membuat software open source :
Kebutuhan. Software-software open source biasanya dikembangkan karena kebutuhan si pembuatnya. Dalam papernya yang berjudul “The Cathedral and the Bazaar” [Eri00], Eric S. Raymond, menjelaskan secara rinci bagaimana ia mengembangkan software fetchmail, yang disebabkan oleh tiadanya software yang sesuai dengan kebutuhannya. Pengembangan fetchmail juga dimaksudkan untuk menguji beberapa buah teori dalam rekayasa perangkat lunak yang didasarkan pada pengamatannya terhadap Linux.
Kepuasan. Banyak programer mengembangkan software karena mereka mencintainya dan hal tersebut merupakan pengungkapan intelektualitas mereka. Tanpa melakukan pengkodean, programer merasa dirinya tidak lengkap sebagai manusia.
Popularitas. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa beberapa orang membuat software open source demi popularitas. Dengan makin banyaknya software yang ditulisnya maka seseorang akan merasa lebih dihargai oleh sejawatnya.
Uang. Dengan menulis software-software open source maka seseorang dapat meningkatkan nilai dirinya bila nanti direkrut oleh perusahaan-perusahaan. Selain itu, bila software yang dikembangkannya banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan, pembuat software tersebut dapat saja mendirikan sebuah perusahaan untuk memberikan pelayanan bagi perusahaan. Contoh hal ini adalah Eric Allman yang mendirikan perusahaan Sendmail Inc. untuk memberikan pelayanan tambahan bagi mereka yang menggunakan Sendmail.
Permasalahan Open Source
Pengembangan software berbasiskan open source selain memberikan beberapa buah keuntungan sebagaimana yang telah disebutkan di bagian terdahulu , softwate open source juga mempunyai kerugian :
Dengan banyaknya orang yang terlibat dalam pembuatan proyek software tidak menjamin bahwa proyek akan selesai dengan lebih cepat. Ada kemungkinan proyek bahkan tidak dapat terlaksana. Hal ini disebabkan dengan semakin banyaknya orang maka perbedaan akan sering terjadi, oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin yang mampu bekerja sama dengan rekan-rekannya yang lain untuk membuat suatu arahan yang jelas tentang proyek.
Menurut Alan Cox dalam papernya “Cathedrals, Bazaars and the Town Council” [Ala98], permasalahan akan muncul ketika tibanya banyak orang yang tidak paham dan mereka mulai mengemukakan opininya, bukan memberikan kodenya. Mereka berdebat tentang hal-hal yang tidak berguna. Hal ini tentu saja akan sangat merugikan karena perdebatan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa.
Konflik di antara para pengembang. Terkadang dalam model open source sebagaimana juga terjadi dalam model pengembangan ilmiah, terjadi konflik antara para pengembang. Hal ini dapat terjadi bila satu atau beberapa pengembang merasa tidak puas dengan pengembang lainnya, baik dalam hal pencapaian ataupun masalah-masalah teknis dalam proyek yang sedang mereka kerjakan. Bilamana hal ini telah terjadi dapat mengakibatkan tertundanya proyek yang sedang mereka kerjakan, bahkan tidak tertutup kemungkinan proyek tersebut menjadi gagal.
Fragmentasi. Dengan tersedianya kode sumber untuk setiap aplikasi, maka seseorang dapat saja merubah sebagian kode sumber asli dan mengeluarkan aplikasi yang sama dengan nama baru atau mengeluarkan aplikasi sama dengan versi baru.
Ketergantungan pada satu orang pemimpin. Proyek-proyek open source biasanya dimulai oleh satu atau beberapa orang, sehingga ketergantungan menjadi sangat tinggi. Dengan berlalunya waktu, para pemimpin tersebut mungkin menjadi bosan, burn-out, dipekerjakan oleh organisasi lain. Akibatnya proyek-proyek yang mereka tangani dapat menjadi tertunda atau bahkan mungkin hilang.
Penjiplakan. Dengan tersedianya kode sumber bagi setiap software, tidak tertutup kemungkinan ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal tersebut demi kepentingan dirinya, misalnya saja seorang mahasiswa ilmu komputer mendapat tugas untuk membuat suatu program, ia kemudian mencarinya di Internet dan mendapatkan versi open sourcenya. Lalu ia memodifikasi sedikit program tersebut dan menyerahkan pada dosennya untuk dinilai. Bila dosen tidak waspada maka program tersebut akan lolos dan si mahasiswa akan mendapat nilai dengan mudah dan tidak adil bagi mahasiswa yang membuatnya sendiri.
Sumber
Sumber
Berikut adalah keuntungan software Open Source:
Sisi pengguna:
- Gratis
- Pengguna dapat terlibat dalam pengembangan program karena memiliki source code nya
- Respon yang baik dari pemakai sehingga bug dapat ditemukan dan diperbaiki dengan lebih cepat.
Sisi developer:
- Seluruh komunitas mau dan dapat membantu untuk membuat software menjadi lebih baik
- Tidak ada biaya iklan dan perawatan program
- Sebagai sarana untuk memperkenalkan konsep
- Linux adalah sebuah contoh yang bagus. Banyak sistem operasi yang berusaha meniru kisah sukses Linux, tetapi Linux tetap yang paling sukses hingga saat ini. Aspek positif dari Open Source adalah penerimaan yang luas untuk software yang benar-benar bagus.
Selain itu keuntungan dari opensource yaitu:
Meningkatnya reliabilitas. Oleh karena kode sumber untuk program-program open source tersedia secara bebas maka program yang dibuat oleh seseorang ataupun sesuatu organisasi akan mendapatkan review dari rekan-rekannya ataupun pihak-pihak lain. Hal ini mengakibatkan program-program open source mempunyai reliabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan program-program closed source (proprietary). Reliabilitas yang tinggi ini tentu saja menguntungkan bagi pihak customer karena ia dapat memperoleh program-program yang dapat diandalkan dalam melakukan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
Meningkatnya keamanan. Selain itu dengan tersedianya kode sumber maka segala kesalahan yang terdapat dalam program, misalnya kesalahan logika ataupun kesalahan pengkodean, dapat segera diperbaiki tanpa perlu menunggu waktu yang lama, karena seseorang yang menemukan kesalahan tersebut dapat saja segera memperbaikinya dan mengirimkan perbaikan tersebut ke Internet atau bila ia tidak mampu memperbaikinya ia dapat memberitahu pihak-pihak lain. Sebagai contoh, suatu kesalahan dalam Linux umumnya segera diperbaiki dalam kurun waktu kurang dari satu hari, bahkan dalam beberapa jam sejak dikeluarkan. Namun demikian, software yang didistribusikan secara open source tidak menjamin bahwa software tersebut aman.
Selain itu dengan tersedianya kode sumber maka customer akan merasa lebih nyaman, lebih yakin karena ia tidak membeli kucing dalam karung. Bagaimanakah perasaan Anda bila mobil yang Anda beli tidak dapat dilihat mesinnya ataupun bagian-bagian dalam lainnya ?
Berikut ini adalah beberapa alasan orang membuat software open source :
Kebutuhan. Software-software open source biasanya dikembangkan karena kebutuhan si pembuatnya. Dalam papernya yang berjudul “The Cathedral and the Bazaar” [Eri00], Eric S. Raymond, menjelaskan secara rinci bagaimana ia mengembangkan software fetchmail, yang disebabkan oleh tiadanya software yang sesuai dengan kebutuhannya. Pengembangan fetchmail juga dimaksudkan untuk menguji beberapa buah teori dalam rekayasa perangkat lunak yang didasarkan pada pengamatannya terhadap Linux.
Kepuasan. Banyak programer mengembangkan software karena mereka mencintainya dan hal tersebut merupakan pengungkapan intelektualitas mereka. Tanpa melakukan pengkodean, programer merasa dirinya tidak lengkap sebagai manusia.
Popularitas. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa beberapa orang membuat software open source demi popularitas. Dengan makin banyaknya software yang ditulisnya maka seseorang akan merasa lebih dihargai oleh sejawatnya.
Uang. Dengan menulis software-software open source maka seseorang dapat meningkatkan nilai dirinya bila nanti direkrut oleh perusahaan-perusahaan. Selain itu, bila software yang dikembangkannya banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan, pembuat software tersebut dapat saja mendirikan sebuah perusahaan untuk memberikan pelayanan bagi perusahaan. Contoh hal ini adalah Eric Allman yang mendirikan perusahaan Sendmail Inc. untuk memberikan pelayanan tambahan bagi mereka yang menggunakan Sendmail.
Permasalahan Open Source
Pengembangan software berbasiskan open source selain memberikan beberapa buah keuntungan sebagaimana yang telah disebutkan di bagian terdahulu , softwate open source juga mempunyai kerugian :
Dengan banyaknya orang yang terlibat dalam pembuatan proyek software tidak menjamin bahwa proyek akan selesai dengan lebih cepat. Ada kemungkinan proyek bahkan tidak dapat terlaksana. Hal ini disebabkan dengan semakin banyaknya orang maka perbedaan akan sering terjadi, oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin yang mampu bekerja sama dengan rekan-rekannya yang lain untuk membuat suatu arahan yang jelas tentang proyek.
Menurut Alan Cox dalam papernya “Cathedrals, Bazaars and the Town Council” [Ala98], permasalahan akan muncul ketika tibanya banyak orang yang tidak paham dan mereka mulai mengemukakan opininya, bukan memberikan kodenya. Mereka berdebat tentang hal-hal yang tidak berguna. Hal ini tentu saja akan sangat merugikan karena perdebatan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa.
Konflik di antara para pengembang. Terkadang dalam model open source sebagaimana juga terjadi dalam model pengembangan ilmiah, terjadi konflik antara para pengembang. Hal ini dapat terjadi bila satu atau beberapa pengembang merasa tidak puas dengan pengembang lainnya, baik dalam hal pencapaian ataupun masalah-masalah teknis dalam proyek yang sedang mereka kerjakan. Bilamana hal ini telah terjadi dapat mengakibatkan tertundanya proyek yang sedang mereka kerjakan, bahkan tidak tertutup kemungkinan proyek tersebut menjadi gagal.
Fragmentasi. Dengan tersedianya kode sumber untuk setiap aplikasi, maka seseorang dapat saja merubah sebagian kode sumber asli dan mengeluarkan aplikasi yang sama dengan nama baru atau mengeluarkan aplikasi sama dengan versi baru.
Ketergantungan pada satu orang pemimpin. Proyek-proyek open source biasanya dimulai oleh satu atau beberapa orang, sehingga ketergantungan menjadi sangat tinggi. Dengan berlalunya waktu, para pemimpin tersebut mungkin menjadi bosan, burn-out, dipekerjakan oleh organisasi lain. Akibatnya proyek-proyek yang mereka tangani dapat menjadi tertunda atau bahkan mungkin hilang.
Penjiplakan. Dengan tersedianya kode sumber bagi setiap software, tidak tertutup kemungkinan ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal tersebut demi kepentingan dirinya, misalnya saja seorang mahasiswa ilmu komputer mendapat tugas untuk membuat suatu program, ia kemudian mencarinya di Internet dan mendapatkan versi open sourcenya. Lalu ia memodifikasi sedikit program tersebut dan menyerahkan pada dosennya untuk dinilai. Bila dosen tidak waspada maka program tersebut akan lolos dan si mahasiswa akan mendapat nilai dengan mudah dan tidak adil bagi mahasiswa yang membuatnya sendiri.
Sumber
Sumber
Posted by boim gerald
COCOMO
Apa itu COCOMO ? dan Apa Saja Jenisnya?
Sejarah Singkat Cocomo
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
Pengertian Cocomo
COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.
Model Jenis Cocomo
Ada tiga model cocomo, yaitu:
Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI. Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.
Sejarah Singkat Cocomo
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
Pengertian Cocomo
COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.
Model Jenis Cocomo
Ada tiga model cocomo, yaitu:
- Dasar Cocomo
Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI. Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.
Posted by boim gerald
Bagaimana Kriteria Manajer yang Baik?
Dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook.
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
Karakter Pribadinya:
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Sumber:
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
- Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
- Rancangan organisasi dan pekerjaan.
- Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
- Sistem komunikasi dan pengendalian.
- Sistem reward.
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook.
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
- Karakter Pribadinya
- Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
- Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Karakter Pribadinya:
- Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
- Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
- Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
- Asertif
- Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
- Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
- Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
- Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
- Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
- Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
- Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
- Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
- Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
- Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
- Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
- Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
- Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
- Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
- Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
- Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
- Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
- Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
- Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
- Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
- Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
- Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
- Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
- Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
- Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
- Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
- Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.
Sumber:
Posted by boim gerald
Nama Band Luar Yang Kalo Di Indonesiain
Apalah artinya sebuah nama kalo kata Shakespeare. Tapi gak bisa dipungkiri nama sebuah band gak bisa sembarangan. Ini bisa merefleksikan seberapa keren atau jeleknya kualitas band kamu. Jangan sampe namanya kedengeran gak enak kayak nama-nama band luar yang diIndonesiain di bawah ini:
1. Red Hot Chili Peppers = Lada Cabe Pedes Merah
Kalo di Indonesia nama kayak gini gak bisa dijadiin nama band sekeren RHCP, yang ada beneran kayak bumbu masakan ibu-ibu atau cocok juga buat varian baru mie instan.
Suatu hari di toko CD:
A: Mas, ada jual Lada Cabe Pedes Merah gak?
B: Di pasar kali, mbak. Jangan nyari di sini.
A: Duh mas, itu kan nama rock band..
2. Green Day = Hari Hijau
Kasian banget kalo Green Day berubah nama jadi Hari Hijau karena bisa jadi mereka bakalan diasosiakan dengan band Hijau Daun. Tapi Hijau Daun pun juga jadi aneh namanya kalo diInggrisin jadi Leaf Green. Kesannya kayak nama perumahan gitu atau produk gamenya Pokemon. Ngomong-ngomong kenapa kita jadi ngomongin Hijau Daun, bukannya Green Day ya?
3. The Beach Boys = Cowok-cowok Pantai
Nama cowok-cowok pantai buat orang Indonesia kesannya sih kurang gimana gitu karena image cowok pantai di sini gak sebagus image cowok pantai di luar. Jadi emang gak banget kalo The Beach Boys berubah Cowok-cowok Pantai.
4. Queen = Ratu
Kalo dipikir-pikir aneh juga ya band rock ini menamai diri mereka Queen. Tapi mungkin di Inggris sana nama Queen gak sefeminin di sini ya. Sementara kalo diIndonesiain yang berarti Ratu ya gak enak banget dengernya buat sebuah band rock yang semua personilnya cowok. Apalagi di Indonesia emang udah ada nama grup musik bernama Ratu yang emang anggotanya cewek dan beda banget kualitasnya dengan Queen.
5. Kiss = Cium
MBDC gak tau pasti gimana pengaruhnya KISS di negara asalnya dengan nama mereka yang seperti ini. Tapi di Indonesia yang namanya Cium udah pasti bakalan kedengeran katro, lebih katro dari nama Kangen (Band). Kalo Kangen kesannya masih sopan, tapi kalo Cium kesannya agak pervert. Ya pokoknya jangan sampe Kiss berubah jadi Cium deh, biar band yang namanya Kangen tetep megang prestasi sebagai nama band terkatro sejagad raya.
6. God Speed You! Black Emperor = Semoga Kamu Berhasil! Kaisar Hitam
Mungkin kamu terkesima mendengar nama band yang sangat unik tapi juga keren ini. Ternyata nama band ini diambil dari nama sebuah film Jepang tahun 70an. Tapi bukan berarti film ini bertemakan kerajaan karena ada nama ‘Kaisar Hitam’ nya, melainkan tentang sebuah klub motor. Yang pasti nama band ini dalam bahasa Indonesia gak enak didengerin karena aneh dan gak keren aja rasanya.
7. Sixpence None the Richer = Koin 6 Pence yang Tidak Lebih Kaya
Nama Indonesia ini gak enak kedengerannya bukan cuma karena jadi lebih panjang dari nama aslinya yang emang udah panjang, tapi juga orang Indonesia sendiri gak kenal dengan istilah ‘pence’. Jadi gak usah sok diIndonesiain deh daripada orang-orang salah nyebut.
Tambahan dari yang lain :D
8. peluru untuk valentine KU = Bullet For My Vallentine
9. gelombang hitam = Black Tide
10. lari dari kenyataan = escape the fate
11. tombol pembunuh mesin = killswicth Enggine
12. kambingnya tuhan = Lamb of God
13. seperti saat aku terbaring mati = As I Lay Dying
14. pembunuh burger = Burger Kill
15. taman linkin (ada loh tempatnya di jerman) = Linkinpark
16. Muse = parfum
17. bertanya pada alexandria = Asking alexandria
18.5 pandawa = Maroon 5
19.Acid Black Cherry = ceri hitam asam
20.Siam Shade = Bayangan siam
21.One ok Rock = Satu karang oke
22.Monkey Majik = sihir monyet
23.Maximum the Hormone = napsu (maksimalin hormonnya)
24.Core of Soul = inti jiwa
25.Greeeen = hijaaaaauuu
Sumber
1. Red Hot Chili Peppers = Lada Cabe Pedes Merah
Kalo di Indonesia nama kayak gini gak bisa dijadiin nama band sekeren RHCP, yang ada beneran kayak bumbu masakan ibu-ibu atau cocok juga buat varian baru mie instan.
Suatu hari di toko CD:
A: Mas, ada jual Lada Cabe Pedes Merah gak?
B: Di pasar kali, mbak. Jangan nyari di sini.
A: Duh mas, itu kan nama rock band..
2. Green Day = Hari Hijau
Kasian banget kalo Green Day berubah nama jadi Hari Hijau karena bisa jadi mereka bakalan diasosiakan dengan band Hijau Daun. Tapi Hijau Daun pun juga jadi aneh namanya kalo diInggrisin jadi Leaf Green. Kesannya kayak nama perumahan gitu atau produk gamenya Pokemon. Ngomong-ngomong kenapa kita jadi ngomongin Hijau Daun, bukannya Green Day ya?
3. The Beach Boys = Cowok-cowok Pantai
Nama cowok-cowok pantai buat orang Indonesia kesannya sih kurang gimana gitu karena image cowok pantai di sini gak sebagus image cowok pantai di luar. Jadi emang gak banget kalo The Beach Boys berubah Cowok-cowok Pantai.
4. Queen = Ratu
Kalo dipikir-pikir aneh juga ya band rock ini menamai diri mereka Queen. Tapi mungkin di Inggris sana nama Queen gak sefeminin di sini ya. Sementara kalo diIndonesiain yang berarti Ratu ya gak enak banget dengernya buat sebuah band rock yang semua personilnya cowok. Apalagi di Indonesia emang udah ada nama grup musik bernama Ratu yang emang anggotanya cewek dan beda banget kualitasnya dengan Queen.
5. Kiss = Cium
MBDC gak tau pasti gimana pengaruhnya KISS di negara asalnya dengan nama mereka yang seperti ini. Tapi di Indonesia yang namanya Cium udah pasti bakalan kedengeran katro, lebih katro dari nama Kangen (Band). Kalo Kangen kesannya masih sopan, tapi kalo Cium kesannya agak pervert. Ya pokoknya jangan sampe Kiss berubah jadi Cium deh, biar band yang namanya Kangen tetep megang prestasi sebagai nama band terkatro sejagad raya.
6. God Speed You! Black Emperor = Semoga Kamu Berhasil! Kaisar Hitam
Mungkin kamu terkesima mendengar nama band yang sangat unik tapi juga keren ini. Ternyata nama band ini diambil dari nama sebuah film Jepang tahun 70an. Tapi bukan berarti film ini bertemakan kerajaan karena ada nama ‘Kaisar Hitam’ nya, melainkan tentang sebuah klub motor. Yang pasti nama band ini dalam bahasa Indonesia gak enak didengerin karena aneh dan gak keren aja rasanya.
7. Sixpence None the Richer = Koin 6 Pence yang Tidak Lebih Kaya
Nama Indonesia ini gak enak kedengerannya bukan cuma karena jadi lebih panjang dari nama aslinya yang emang udah panjang, tapi juga orang Indonesia sendiri gak kenal dengan istilah ‘pence’. Jadi gak usah sok diIndonesiain deh daripada orang-orang salah nyebut.
Tambahan dari yang lain :D
8. peluru untuk valentine KU = Bullet For My Vallentine
9. gelombang hitam = Black Tide
10. lari dari kenyataan = escape the fate
11. tombol pembunuh mesin = killswicth Enggine
12. kambingnya tuhan = Lamb of God
13. seperti saat aku terbaring mati = As I Lay Dying
14. pembunuh burger = Burger Kill
15. taman linkin (ada loh tempatnya di jerman) = Linkinpark
16. Muse = parfum
17. bertanya pada alexandria = Asking alexandria
18.5 pandawa = Maroon 5
19.Acid Black Cherry = ceri hitam asam
20.Siam Shade = Bayangan siam
21.One ok Rock = Satu karang oke
22.Monkey Majik = sihir monyet
23.Maximum the Hormone = napsu (maksimalin hormonnya)
24.Core of Soul = inti jiwa
25.Greeeen = hijaaaaauuu
Sumber
Arti Nama Orang - Orang Jepang
MACAM ARTIAN & NAMA (Laki-laki) Jepang
AKI yang berarti "terang / musim gugur" (明/秋) - Jepang unisex nama.
Akihiro berarti "kecerahan besar" (明宏) - nama anak laki-laki Jepang.
Akio artinya "orang terang" (昭夫) - nama anak laki-laki Jepang.
AKIRA berarti "terang / jelas" (明/亮) - nama Jepang unisex.
AOI yang berarti "biru" (碧) - Jepang unisex nama.
Arata berarti "baru, segar" (新) - nama anak laki-laki Jepang.
Atsushi berarti "sutradara rajin" (敦司) - nama anak laki-laki Jepang.
Ayumu yang berarti "mimpi berjalan, visi" (歩梦) - nama anak laki-laki Jepang.
DAI berarti "besar, besar" (大) - nama anak laki-laki Jepang.
Daichi yang berarti "tanah besar" (大地) - nama anak laki-laki Jepang.
Daiki berarti "kemuliaan / bangsawan besar" (大辉/大贵) - nama anak laki-laki Jepang.
Daisuke berarti "sangat membantu" (大辅) - nama anak laki-laki Jepang.
Eiji yang berarti "keabadian ketertiban" (永次) - nama anak laki-laki Jepang.
FUMIO berarti "sastra, pahlawan ilmiah" (文雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Goro yang berarti "anak kelima" (五郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Hachiro berarti "anak kedelapan" (八郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Hajime berarti "awal" (肇) - nama anak laki-laki Jepang.
Haru artinya "musim semi (seperti dalam musim)" (春) - Jepang unisex nama.
Haruki yang berarti "matahari bersinar" (阳辉) - nama anak laki-laki Jepang.
Haruo berarti "manusia musim semi" (春男) - nama anak laki-laki Jepang.
Haruto yang berarti "matahari terbang" (阳斗) - nama anak laki-laki Jepang.
Hayate yang berarti "halus" (飒) - nama anak laki-laki Jepang.
Hayato yang berarti "orang elang" (隼人) - nama anak laki-laki Jepang.
Hibiki berarti "suara, gema" (响) - nama anak laki-laki Jepang.
Hideaki berarti "sangat baik yang terang, bersinar" (英明) - nama anak laki-laki Jepang.
Hideki yang berarti "pohon kayu yang sangat baik" (英树) - nama anak laki-laki Jepang.
Hideo berarti "suami orang, sangat baik" (英夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Hideyoshi yang berarti "keunggulan baik" (秀良) - nama anak laki-laki Jepang.
Hikaru yang berarti "cahaya, cahaya" (光) - Jepang unisex nama.
Hinata yang berarti "bunga matahari / menghadap ke arah matahari" (向日葵/阳向) - Jepang unisex nama.
HIRAKU berarti "terbuka, memperluas" (拓) - nama anak laki-laki Jepang.
HIRO berarti "murah hati" (寛) - nama Jepang unisex.
Hiroaki yang berarti "lebar, cahaya yang luas" (広明) - nama anak laki-laki Jepang.
Hiroki yang berarti "pohon kayu besar-besaran" (弘树) - nama anak laki-laki Jepang.
Hironori berarti "menahun komando, harga" (博纪) - nama anak laki-laki Jepang.
Hiroshi berarti "murah hati" (寛) - nama anak laki-laki Jepang.
Hiroto berarti "besar, terbang besar" (大斗) - nama anak laki-laki Jepang.
Hiroyuki berarti "perjalanan besar" (宏行) - nama anak laki-laki Jepang.
Hisao berarti "manusia yang hidup panjang, suami" (寿夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Hisashi berarti "direktur lama, penguasa" (久司) - nama anak laki-laki Jepang.
Hisoka berarti "hati-hati, dicadangkan" (密) - Jepang unisex nama.
Hitoshi berarti "orang termotivasi" (人志) - nama anak laki-laki Jepang.
Hotaka berarti "biji-bijian tinggi" (穂高) - nama anak laki-laki Jepang.
Ichiro yang berarti "anak pertama" (一郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Isamu berarti "berani, berani" (勇) - nama anak laki-laki Jepang.
Isao berarti "jasa" (勲) - nama anak laki-laki Jepang.
Itsuki berarti "pohon kayu" (树) - nama anak laki-laki Jepang.
Jiro yang berarti "anak kedua" (二郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Juni berarti "taat" (顺) - Jepang unisex nama.
Junichi berarti "taat pertama (anak)" (顺一) - nama anak laki-laki Jepang.
JURO berarti "anak kesepuluh" (十郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Kaede yang berarti "maple" (枫) - Jepang unisex nama.
Kaito berarti "laut terbang" (海斗) - nama anak laki-laki Jepang.
Kaoru yang berarti "wangi" (薫) - Jepang unisex nama.
KATASHI berarti "perusahaan" (坚) - nama anak laki-laki Jepang.
Katsu yang berarti "kemenangan" (胜) - nama anak laki-laki Jepang.
Katsuo berarti "menang, pria heroik" (胜雄) - nama anak laki-laki Jepang.
KATSURO berarti "anak menang" (胜郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Kazuhiko yang berarti "anak yang harmonis" (和彦) - nama anak laki-laki Jepang.
Kazuhiro berarti "harmoni besar" (和宏) - nama anak laki-laki Jepang.
Kazuki berarti "harapan harmoni" (和希) - nama anak laki-laki Jepang.
Kazuo yang berarti "manusia harmoni" (和夫) - nama anak laki-laki Jepang.
KEN yang berarti "kuat, sehat" (健) - nama anak laki-laki Jepang.
Kenichi yang berarti "kuat, sehat pertama (anak)" (健一) - nama anak laki-laki Jepang.
Kenji yang berarti "yang kuat, kedua yang sehat (anak)" (健二) - nama anak laki-laki Jepang.
Kenshin yang berarti "benar sederhana" (谦信) - nama anak laki-laki Jepang.
Kenta berarti "besar kuat, sehat" (健太) - nama anak laki-laki Jepang.
KICHIRO berarti "anak beruntung" (吉郎) - nama anak laki-laki Jepang.
KIN yang berarti "emas" (金) - Jepang unisex nama.
Kiyoshi yang berarti "kemurnian" (淳) - nama anak laki-laki Jepang.
Kohaku yang berarti "kuning" (琥珀) - Jepang unisex nama.
Kouki yang berarti "harapan cahaya" (光希) - nama anak laki-laki Jepang.
Kouta berarti "kedamaian" (康太) - nama anak laki-laki Jepang.
Kunio yang berarti "manusia negara" (国男) - nama anak laki-laki Jepang.
KURO artinya "anak kesembilan" (九郎) - nama anak laki-laki Jepang.
KYO berarti "kerja sama" (协) - Jepang unisex nama.
Madoka yang berarti "lingkaran bulat" (円) - Jepang unisex nama.
Makoto yang berarti "tulus" (诚) - nama Jepang unisex.
Mamoru yang berarti "pelindung, penjaga" (守) - nama anak laki-laki Jepang.
Manabu yang berarti "belajar, belajar" (学) - nama anak laki-laki Jepang.
MASA berarti "hanya / benar" (正/真) - nama Jepang unisex.
Masaaki berarti "menyenangkan kecerahan" (良昭) - nama anak laki-laki Jepang.
Masahiko yang berarti "anak yang saleh" (正彦) - nama anak laki-laki Jepang.
Masahiro berarti "kemakmuran besar" (昌宏) - nama anak laki-laki Jepang.
Masaki yang berarti "pohon kayu besar" (昌树) - nama anak laki-laki Jepang.
Masao yang berarti "orang benar" (正男) - nama anak laki-laki Jepang.
Masaru yang berarti "kemenangan" (胜) - nama anak laki-laki Jepang.
Masashi berarti "aspirasi benar" (正志) - nama anak laki-laki Jepang.
Masato berarti "orang benar" (正人) - nama anak laki-laki Jepang.
Masayoshi berarti "benar, terhormat" (正义) - nama anak laki-laki Jepang.
Masayuki berarti "berkat benar" (正幸) - nama anak laki-laki Jepang.
Masumi yang berarti "kejelasan benar" (真澄) - Jepang unisex nama.
Michi berarti "jalur" (道) - Jepang unisex nama.
Michio berarti "manusia di perjalanan" (道夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Mikio berarti "pohon manusia bagasi" (干夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Minori berarti "kebenaran" (実) - Jepang unisex nama.
Minoru berarti "kebenaran" (実) - nama anak laki-laki Jepang.
Mitsuo artinya "pahlawan yang bersinar" (光雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Mitsuru berarti "memuaskan, penuh" (満) - nama Jepang unisex.
NAO berarti "jujur" (直) - nama Jepang unisex.
NAOKI berarti "pohon kayu yang jujur" (直树) - nama anak laki-laki Jepang.
Noboru berarti "naik, naik" (翔) - nama anak laki-laki Jepang.
Nobu yang berarti "memperpanjang" (延) - nama anak laki-laki Jepang.
Nobuo berarti "setia, pria bisa dipercaya" (信夫) - nama anak laki-laki Jepang.
NOBURU berarti "memperluas" (伸) - nama anak laki-laki Jepang.
Nobuyuki berarti "kebenaran sukacita" (信幸) - nama anak laki-laki Jepang.
Nori berarti "aturan" (仪) - nama anak laki-laki Jepang.
Norio berarti "manusia yang sah" (法男) - nama anak laki-laki Jepang.
Osamu berarti "disiplin, rajin" (修) - nama anak laki-laki Jepang.
REN berarti "teratai / cinta" (莲/恋) - Jepang unisex nama.
Riku yang berarti "tanah" (陆) - nama anak laki-laki Jepang.
RIKUTO berarti "orang dari tanah" (陆人) - nama anak laki-laki Jepang.
ROKURO berarti "anak keenam" (六郎) - nama anak laki-laki Jepang.
RYO berarti "menyegarkan, dingin" (凉) - nama anak laki-laki Jepang.
Ryoichi berarti "pertama yang baik (anak)" (良一) - nama anak laki-laki Jepang.
Ryota berarti "penyegaran besar" (凉太) - nama anak laki-laki Jepang.
Ryuu berarti "naga, kekaisaran" (龙) - nama anak laki-laki Jepang.
RYUUNOSUKE berarti "pendahulunya bangsawan" (隆之介) - nama anak laki-laki Jepang.
Saburo yang berarti "putra ketiga" (三郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Sadao artinya "pahlawan benar" (贞雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Satoru berarti "bijaksana, cepat belajar" (聡) - nama anak laki-laki Jepang.
Satoshi yang berarti "bijaksana, cepat belajar" (聡) - nama anak laki-laki Jepang.
Seiichi berarti "halus, pertama-tama murni (anak)" (精一) - nama anak laki-laki Jepang.
Seiji yang berarti "halus, kedua murni (anak)" (精二) - nama anak laki-laki Jepang.
Shichiro berarti "anak ketujuh" (七郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Shigeo berarti "manusia berat" (重夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Shigeru berarti "mewah, juga tumbuh" (茂) - nama anak laki-laki Jepang.
SHIN berarti "kebenaran" (真) - nama anak laki-laki Jepang.
Shinichi yang berarti "pertama benar (putra)" (真一) - nama anak laki-laki Jepang.
Shinji berarti "kedua benar (anaknya)" (真二) - nama anak laki-laki Jepang.
Shinobu berarti "ketahanan" (忍) - Jepang unisex nama.
Shiro berarti "putra keempat" (四郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Sho berarti "terbang" (翔) - nama anak laki-laki Jepang.
Shoichi yang berarti "anak terbang (pertama)" (翔一) - nama anak laki-laki Jepang.
Shoji yang berarti "anak terbang (kedua)" (翔二) - nama anak laki-laki Jepang.
SHOUTA berarti "besar terbang" (翔太) - nama anak laki-laki Jepang.
Shuichi berarti "disiplin, rajin pertama (anak)" (修一) - nama anak laki-laki Jepang.
Shuji berarti "disiplin, rajin kedua (anak)" (修二) - nama anak laki-laki Jepang.
Sora berarti "langit" (昊/空) - Jepang unisex nama.
SOUTA berarti "besar tiba-tiba" (飒太) - nama anak laki-laki Jepang.
Susumu artinya "untuk maju, melanjutkan" (进) - nama anak laki-laki Jepang.
Tadao berarti "setia, orang yang setia" (忠夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Tadashi berarti "setia, setia" (忠) - nama anak laki-laki Jepang.
Taichi yang berarti "besar pertama (anak)" (太一) - nama anak laki-laki Jepang.
Taiki yang berarti "cahaya yang besar, bersinar" (大辉) - nama anak laki-laki Jepang.
Takahiro berarti "nilai besar, bangsawan" (贵大) - nama anak laki-laki Jepang.
Takao berarti "bangsawan" (贵夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Takashi yang berarti "sejahtera, mulia" (隆) - nama anak laki-laki Jepang.
Takayuki yang berarti "perjalanan yang mulia" (隆行) - nama anak laki-laki Jepang.
Takehiko berarti "bambu pangeran" (竹彦) - nama anak laki-laki Jepang.
Takeo artinya "pahlawan pejuang" (武雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Takeshi yang berarti "prajurit ganas" (武) - nama anak laki-laki Jepang.
Takuma berarti "kebenaran membuka" (拓真) - nama anak laki-laki Jepang.
Takumi berarti "tukang" (匠) - nama anak laki-laki Jepang.
TAMOTSU berarti "pelindung, penjaga" (保) - nama anak laki-laki Jepang.
TARO berarti "anak besar" (太郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Tatsuo berarti "naga, kekaisaran pahlawan" (竜雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Tatsuya yang berarti "menjadi kaisar, naga" (竜也) - nama anak laki-laki Jepang.
TETSUYA berarti "filsafat, jelas" (哲也) - nama anak laki-laki Jepang.
Tomio berarti "kekayaan, keberuntungan" (富) - nama anak laki-laki Jepang.
Tomohiro berarti "desa barat" (西村) - nama anak laki-laki Jepang.
Toru yang berarti "menembus, membuat jelas" (彻) - nama anak laki-laki Jepang.
Toshi berarti "bijaksana" (慧) - nama anak laki-laki Jepang.
Toshiaki berarti "cahaya menguntungkan" (利明) - nama anak laki-laki Jepang.
Toshio yang berarti "pemimpin pahlawan, jamaknya" (俊雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Toshiyuki berarti "kebijaksanaan" (智之) - nama anak laki-laki Jepang.
Tsuneo artinya "pahlawan konsisten" (恒雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Tsutomu berarti "ketekunan" (勤) - nama anak laki-laki Jepang.
Tsuyoshi yang berarti "kuat" (刚) - nama anak laki-laki Jepang.
YAMATO berarti "harmoni besar" (大和) - nama anak laki-laki Jepang.
Yasu yang berarti "damai" (康) - Jepang unisex nama.
Yasuo berarti "manusia perdamaian" (康夫) - nama anak laki-laki Jepang.
Yasushi berarti "damai" (靖) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoichi berarti "sinar matahari, pertama positif (anak)" (阳一) - nama anak laki-laki Jepang.
Yori berarti "kepercayaan" (頼) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshi berarti "beruntung / benar" (吉/义) - nama Jepang unisex.
Yoshiaki berarti "kebenaran bersinar" (义昭) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshikazu berarti "perdamaian yang baik, Jepang" (良和) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshinori yang berarti "model yang sangat baik" (佳范) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshio yang berarti "hidup menyenangkan" (吉生) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshiro berarti "anak yang saleh" (义郎) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshito berarti "seremonial, orang yang benar" (仪人) - nama anak laki-laki Jepang.
Yoshiyuki berarti "perjalanan benar" (义行) - nama anak laki-laki Jepang.
YOUTA berarti "sinar matahari besar" (阳太) - nama anak laki-laki Jepang.
Yuichi yang berarti "pertama heroik (anak)" (雄一) - nama anak laki-laki Jepang.
Yuji berarti "heroik kedua (anak)" (雄二) - nama anak laki-laki Jepang.
YUKI berarti "kebahagiaan / salju" (幸/雪) - Jepang unisex nama.
Yukio artinya "pahlawan diberkati" (幸雄) - nama anak laki-laki Jepang.
Yutaka berarti "berlimpah, kaya" (豊) - nama anak laki-laki Jepang.
Yuu berarti "lembut" (优) - nama Jepang unisex.
YUUDAI berarti "pahlawan besar" (雄大) - nama anak laki-laki Jepang.
Yuuki artinya "lembut, harapan unggul" (优希) - Jepang unisex nama.
YUUMA artinya "lembut, kebenaran superior" (优真) - nama anak laki-laki Jepang.
YUUTA berarti "keberanian besar" (勇太) - nama anak laki-laki Jepang.
Yuuto yang berarti "orang yang lembut" (悠人) - nama anak laki-laki Jepang.
MACAM ARTIAN & NAMA (Wanita) Jepang
AI berarti "cinta" (爱蓝) - nama gadis Jepang.
Aika berarti "lagu cinta" (爱佳) - nama gadis Jepang.
Aiko yang berarti "anak dari cinta" (爱子) - nama gadis Jepang.
AIMI yang berarti "cinta indah" (爱美) - nama gadis Jepang.
Aina berarti "sayuran cinta" (爱菜) - nama gadis Jepang.
Airi berarti "melati cinta" (爱莉) - nama gadis Jepang.
Akane berarti "merah cemerlang" (茜) - nama gadis Jepang.
Akemi berarti "indah terang" (明美) - nama gadis Jepang.
AKI yang berarti "terang / musim gugur" (明/秋) - Jepang unisex nama.
Akiko yang berarti "anak terang" (明子) - nama gadis Jepang.
AKIRA berarti "terang / jelas" (明/亮) - nama Jepang unisex.
Amaterasu berarti "bersinar surga" (天照) - nama gadis Jepang.
AMI berarti "asia indah" (亜美) - nama gadis Jepang.
AOI yang berarti "biru" (碧) - Jepang unisex nama.
Asami berarti "keindahan pagi" (麻美) - nama gadis Jepang.
Asuka yang berarti "besok parfum, wewangian" (明日香) - nama gadis Jepang.
Atsuko berarti "anak baik" (笃子) - nama gadis Jepang.
AYA berarti "warna" (彩) - nama gadis Jepang.
Ayaka yang berarti "bunga warna-warni" (彩花) - nama gadis Jepang.
Ayako yang berarti "anak warna-warni" (彩子) - nama gadis Jepang.
Ayame berarti "iris" (菖蒲) - nama gadis Jepang.
Ayane berarti "suara warna-warni" (彩音) - nama gadis Jepang.
Ayano yang berarti "warna saya" (彩乃) - nama gadis Jepang.
Chie yang berarti "kebijaksanaan, kecerdasan" (恵) - nama gadis Jepang.
Chieko yang berarti "anak kecerdasan, kebijaksanaan" (恵子) - nama gadis Jepang.
Chiharu berarti "seribu mata air (seperti dalam musim)" (千春) - nama gadis Jepang.
Chika yang berarti "bunga pencar" (散花) - nama gadis Jepang.
CHIKAKO berarti "anak seribu parfum" (千香子) - nama gadis Jepang.
CHINATSU berarti "seribu musim panas" (千夏) - nama gadis Jepang.
Chiyo yang berarti "seribu generasi" (千代) - nama gadis Jepang.
CHIYOKO berarti "anak seribu generasi" (千代子) - nama gadis Jepang.
CHO berarti "kupu-kupu" (蝶) - nama gadis Jepang.
CHOUKO berarti "anak kupu-kupu" (蝶子) - nama gadis Jepang.
Eiko berarti "anak kemegahan" (栄子) - nama gadis Jepang.
EMI berarti "berkat yang indah" (恵美) - nama gadis Jepang.
EMIKO berarti "anak berkat yang indah" (恵美子) - nama gadis Jepang.
Eri berarti "diberkati hadiah" (絵理) - nama gadis Jepang.
Etsuko berarti "anak sukacita" (悦子) - nama gadis Jepang.
Fumiko yang berarti "anak dari keindahan berlimpah" (富美子) - nama gadis Jepang.
HANA berarti "bunga" (花) - nama gadis Jepang.
Hanako yang berarti "anak bunga" (花子) - nama gadis Jepang.
Haru artinya "musim semi (seperti dalam musim)" (春) - Jepang unisex nama.
Haruka yang berarti "bunga musim semi" (春花) - nama gadis Jepang.
Haruko yang berarti "anak musim semi" (春子) - nama gadis Jepang.
HARUMI berarti "musim semi yang indah" (春美) - nama gadis Jepang.
Haruna yang berarti "sayuran musim semi" (春菜) - nama gadis Jepang.
HIDEKO berarti "anak dari keunggulan" (秀子) - nama gadis Jepang.
HIKARI yang berarti "cahaya, cahaya" (光) - nama gadis Jepang.
Hikaru yang berarti "cahaya, cahaya" (光) - Jepang unisex nama.
Hina berarti "sayuran matahari" (阳菜) - nama gadis Jepang.
Hinata yang berarti "bunga matahari / menghadap ke arah matahari" (向日葵/阳向) - Jepang unisex nama.
HIRO berarti "murah hati" (寛) - nama Jepang unisex.
Hiroko berarti "anak murah hati" (寛子) - nama gadis Jepang.
Hiromi yang berarti "keindahan murah hati" (寛美) - nama gadis Jepang.
Hisako berarti "anak dari kehidupan yang panjang" (久子) - nama gadis Jepang.
Hisoka berarti "hati-hati, dicadangkan" (密) - Jepang unisex nama.
Hitomi berarti "murid dari mata" (瞳) - nama gadis Jepang.
HONOKA berarti "bunga harmoni" (和花) - nama gadis Jepang.
Hoshi yang berarti "bintang" (星) - nama gadis Jepang.
HOSHIKO berarti "anak bintang" (星子) - nama gadis Jepang.
Hotaru yang berarti "kunang-kunang" (蛍) - nama gadis Jepang.
IZUMI berarti "musim semi, air mancur" (泉) - nama gadis Jepang.
Juni berarti "taat" (顺) - Jepang unisex nama.
Junko artinya "murni, anak-anak asli" (纯子) - nama gadis Jepang.
Kaede yang berarti "maple" (枫) - Jepang unisex nama.
KAMIKO berarti "anak unggul" (上子) - nama gadis Jepang.
Kanako yang berarti "harum Nara (kota di jepang) anak" (香奈子) - nama gadis Jepang.
Kanon yang berarti "suara bunga" (花音) - nama gadis Jepang.
Kaori berarti "parfum, aroma" (香) - nama gadis Jepang.
Kaoru yang berarti "wangi" (薫) - Jepang unisex nama.
Kasumi berarti "kabut" (霞) - nama gadis Jepang.
Katsumi berarti "keindahan menang" (胜美) - nama gadis Jepang.
Kazue yang berarti "berkat pertama" (一恵) - nama gadis Jepang.
Kazuko berarti "anak harmoni" (和子) - nama gadis Jepang.
Kazumi yang berarti "keindahan yang harmonis" (和美) - nama gadis Jepang.
KEI berarti "hormat" (敬) - nama gadis Jepang.
Keiko yang berarti "anak diberkati / anak hormat" (恵子/敬子) - nama gadis Jepang.
Kiko yang berarti "anak menahun" (纪子) - nama gadis Jepang.
Kiku yang berarti "krisan" (菊) - nama gadis Jepang.
KIMI berarti "mulia" (君) - nama gadis Jepang.
Kimiko yang berarti "permaisuri anak" (后子) - nama gadis Jepang.
KIN yang berarti "emas" (金) - Jepang unisex nama.
Kiyoko berarti "anak murni" (清子) - nama gadis Jepang.
Kiyomi berarti "keindahan murni" (清美) - nama gadis Jepang.
Kohaku yang berarti "kuning" (琥珀) - Jepang unisex nama.
Kokoro yang berarti "jiwa, hati" (心) - nama gadis Jepang.
KOTONE berarti "suara koto (kecapi Jepang)" (琴音) - nama gadis Jepang.
Kumiko berarti "anak lama yang indah" (久美子) - nama gadis Jepang.
KYO berarti "kerja sama" (协) - Jepang unisex nama.
Kyoko yang berarti "anak hormat" (恭子) - nama gadis Jepang.
Madoka yang berarti "lingkaran bulat" (円) - Jepang unisex nama.
MAI berarti "menari" (舞) - nama gadis Jepang.
Maiko berarti "anak tari" (舞子) - nama gadis Jepang.
Maki yang berarti "harapan yang sejati" (真希) - nama gadis Jepang.
Makoto yang berarti "tulus" (诚) - nama Jepang unisex.
MAMI berarti "keindahan sejati" (真美) - nama gadis Jepang.
MANA yang berarti "cinta" (爱) - nama gadis Jepang.
Manami berarti "indah mencintai" (爱美) - nama gadis Jepang.
MAO berarti "tari sakura mekar" (舞桜) - nama gadis Jepang.
Mariko yang berarti "anak desa sejati" (真里子) - nama gadis Jepang.
MASA berarti "hanya / benar" (正/真) - nama Jepang unisex.
Masami berarti "menjadi cantik" (成美) - nama gadis Jepang.
Masumi yang berarti "kejelasan benar" (真澄) - Jepang unisex nama.
MASUYO berarti "keuntungan dunia" (益世) - nama gadis Jepang.
Mayu yang berarti "benar lembut" (真优) - nama gadis Jepang.
Mayumi yang berarti "keindahan yang lembut benar" (真优美) - nama gadis Jepang.
Megumi yang berarti "berkat" (恵) - nama gadis Jepang.
MEI berarti "tumbuh hidup" (芽生) - nama gadis Jepang.
MI berarti "indah" (美) - nama gadis Jepang.
Michi berarti "jalur" (道) - Jepang unisex nama.
Michiko yang berarti "anak yang bijak indah" (美智子) - nama gadis Jepang.
Midori artinya "hijau" (绿) - nama gadis Jepang.
MIEKO berarti "anak berkat yang indah" (美枝子) - nama gadis Jepang.
Miho berarti "dilindungi, dijamin keindahan" (美保) - nama gadis Jepang.
MIKA berarti "wangi yang indah" (美香) - nama gadis Jepang.
MIKI berarti "putri cantik" (美姫) - nama gadis Jepang.
Miku yang berarti "langit yang indah" (美空) - nama gadis Jepang.
Minako yang berarti "anak yang cantik" (美奈子) - nama gadis Jepang.
Minori berarti "kebenaran" (実) - Jepang unisex nama.
MIO berarti "cherry blossom indah" (美桜) - nama gadis Jepang.
Misaki yang berarti "bunga indah" (美咲) - nama gadis Jepang.
Mitsuko artinya "anak terang" (光子) - nama gadis Jepang.
Mitsuru berarti "memuaskan, penuh" (満) - nama Jepang unisex.
MIU berarti "bulu yang indah" (美羽) - nama gadis Jepang.
Miwa berarti "hamony indah, damai" (美和) - nama gadis Jepang.
Miyako yang berarti "anak malam yang indah" (美夜子) - nama gadis Jepang.
MIYOKO berarti "anak yang indah dari generasi" (美代子) - nama gadis Jepang.
Miyu berarti "indah lembut" (美优) - nama gadis Jepang.
Miyuki yang berarti "berkat yang indah" (美幸) - nama gadis Jepang.
MIZUKI berarti "bulan yang indah" (美月) - nama gadis Jepang.
MOE berarti "tumbuh" (萌) - nama gadis Jepang.
MOMOE berarti "seratus berkat" (百恵) - nama gadis Jepang.
MOMOKA berarti "persik bunga pohon" (桃花) - nama gadis Jepang.
Momoko yang berarti "persik anak pohon" (桃子) - nama gadis Jepang.
MORIKO berarti "anak hutan" (森子) - nama gadis Jepang.
NANA berarti "tujuh" (七) - nama gadis Jepang.
Nanami yang berarti "laut tujuh" (七海) - nama gadis Jepang.
NAO berarti "jujur" (直) - nama Jepang unisex.
Naoko yang berarti "anak yang jujur" (直子) - nama gadis Jepang.
Naomi berarti "indah jujur" (直美) - nama gadis Jepang.
Natsuki berarti "harapan musim panas" (夏希) - nama gadis Jepang.
Natsuko berarti "musim panas anak-anak" (夏子) - nama gadis Jepang.
Natsumi yang berarti "musim panas yang indah" (夏美) - nama gadis Jepang.
KKP yang berarti "kasih saya" (乃爱) - nama gadis Jepang.
Nobuko yang berarti "setia, anak yang dipercaya" (信子) - nama gadis Jepang.
Noriko yang berarti "anak sah" (典子) - nama gadis Jepang.
RAN yang berarti "anggrek" (兰) - nama gadis Jepang.
REI berarti "indah" (丽) - nama gadis Jepang.
Reiko-san yang berarti "anak manis" (丽子) - nama gadis Jepang.
REN berarti "teratai / cinta" (莲/恋) - Jepang unisex nama.
RIE berarti "berkat sejati" (理恵) - nama gadis Jepang.
RIKA berarti "wangi benar" (理香) - nama gadis Jepang.
Riko yang berarti "anak dari kebenaran" (理子) - nama gadis Jepang.
RIN berarti "bermartabat" (凛) - nama gadis Jepang.
Rina yang berarti "melati" (莉奈) - nama gadis Jepang.
RIO berarti "desa cherry blossom" (里桜) - nama gadis Jepang.
Ryoko berarti "anak menyegarkan" (凉子) - nama gadis Jepang.
Sachiko berarti "menyenangkan anak-anak, senang" (幸子) - nama gadis Jepang.
Saki artinya "mekar harapan" (咲希) - nama gadis Jepang.
SAKURA berarti "cherry blossom" (桜/さくら) - nama gadis Jepang.
SAKURAKO berarti "anak cherry blossom" (桜子) - nama gadis Jepang.
Satoko yang berarti "anak bijaksana" (聡子) - nama gadis Jepang.
Satomi berarti "indah dan bijaksana" (聡美) - nama gadis Jepang.
Sayuri yang berarti "lili kecil" (小百合) - nama gadis Jepang.
Setsuko yang berarti "anak melodi" (节子) - nama gadis Jepang.
SHIGEKO berarti "anak yang sedang tumbuh" (成子) - nama gadis Jepang.
Shika berarti "rusa" (鹿) - nama gadis Jepang.
Shinju berarti "mutiara" (真珠) - nama gadis Jepang.
Shinobu berarti "ketahanan" (忍) - Jepang unisex nama.
Shiori berarti "puisi" (诗织) - nama gadis Jepang.
Shizuka yang berarti "musim panas yang tenang" (静夏) - nama gadis Jepang.
Shizuko yang berarti "anak yang tenang" (静子) - nama gadis Jepang.
SHUN berarti "kecepatan, cepat" (骏) - nama gadis Jepang.
Sora berarti "langit" (昊/空) - Jepang unisex nama.
Sumiko yang berarti "anak kejelasan" (澄子) - nama gadis Jepang.
Suzu berarti "bel" (铃) - nama gadis Jepang.
Suzume berarti "burung" (雀) - nama gadis Jepang.
Takako yang berarti "anak yang mulia" (贵子) - nama gadis Jepang.
TAKARA berarti "harta karun" (宝) - nama gadis Jepang.
TAMIKO berarti "anak dari banyak keindahan" (多美子) - nama gadis Jepang.
TERUKO berarti "anak yang bersinar" (照子) - nama gadis Jepang.
Tomiko berarti "anak kekayaan, keberuntungan" (富子) - nama gadis Jepang.
Tomoko yang berarti "anak kebijaksanaan, kecerdasan" (智子) - nama gadis Jepang.
Tomomi berarti "teman indah" (朋美) - nama gadis Jepang.
Toshiko yang berarti "anak pintar" (敏子) - nama gadis Jepang.
Tsubaki berarti "bunga kamelia" (椿) - nama gadis Jepang.
Tsubame berarti "menelan (burung)" (燕) - nama gadis Jepang.
TSUKIKO berarti "anak bulan" (月子) - nama gadis Jepang.
UME berarti "plum" (梅) - nama gadis Jepang.
Umeko berarti "anak plum" (梅子) - nama gadis Jepang.
Usagi berarti "kelinci" (兎) - nama gadis Jepang.
Wakana yang berarti "musik yang harmonis" (和奏) - nama gadis Jepang.
Yasu yang berarti "damai" (康) - Jepang unisex nama.
Yasuko yang berarti "anak perdamaian" (康子) - nama gadis Jepang.
Yoko berarti "anak dari sinar matahari" (阳子) - nama gadis Jepang.
Yoshi berarti "beruntung / benar" (吉/义) - nama Jepang unisex.
Yoshie yang berarti "sungai yang indah" (佳江) - nama gadis Jepang.
Yoshiko berarti "anak dari kebaikan" (良子) - nama gadis Jepang.
Yua berarti "cinta mengikat" (结爱) - nama gadis Jepang.
YUI berarti "pakaian mengikat" (结衣) - nama gadis Jepang.
YUINA berarti "mengikat" (结奈) - nama gadis Jepang.
Yuka yang berarti "bunga lembut" (优花) - nama gadis Jepang.
Yukari yang berarti "pohon pir yang indah" (佳梨) - nama gadis Jepang.
YUKI berarti "kebahagiaan / salju" (幸/雪) - Jepang unisex nama.
Yukiko yang berarti "anak salju / anak kebahagiaan" (幸子/雪子) - nama gadis Jepang.
Yuko artinya "anak yang lembut" (优子) - nama gadis Jepang.
Yumi berarti "alasan cantik" (由美) - nama gadis Jepang.
Yumiko yang berarti "anak alasan yang indah" (由美子) - nama gadis Jepang.
Yuri yang berarti "lili" (百合) - nama gadis Jepang.
Yuriko berarti "anak lili" (百合子) - nama gadis Jepang.
Yuu berarti "lembut" (优) - nama Jepang unisex.
Yuuki artinya "lembut, harapan unggul" (优希) - Jepang unisex nama.
YUUNA berarti "lembut" (优奈) - nama gadis Jepang.
Yuzuki yang berarti "bulan lembut" (优月) - nama gadis Jepang.
Nama-Nama Marga di Jepang
Berdasarkan Kamus Nama Keluarga Jepang (日本苗字大辞典) yang dikeluarkan Juli 1996, terdapat 291.129 nama keluarga yang berbeda di Jepang. Jika nama-nama keluarga tersebut dilafalkan atau dilatinkan sama tapi ditulis dengan huruf kanji yang berbeda maka dihitung sebagai nama keluarga yang berbeda pula, dari sini dipercaya terdapat kira-kira 300.000 nama keluarga di Jepang. Sepuluh nama keluarga dipakai sekitar 10% populasi, dan 7000 nama keluarga yang paling sering dipakai melingkupi lebih dari 96%. Sedangkan, 100 nama keluarga yang paling sering digunakan di bawah melingkupi hampir satu pertiga populasi. Berikut adalah keseratus satu nama tersebut:
1. Sato memiliki arti "wisteria bantuan" (佐藤)
2. Suzuki memiliki arti "pohon lonceng kecil" (鈴木)
3. Takahashi memiliki arti "jembatan tinggi" (高橋)
4. Tanaka memiliki arti "tengah sawah" (田中)
5. Watanabe memiliki arti "batas seberang" (渡辺)
6. Ito memiliki arti "wisteria itu" (伊藤)
7. Yamamoto memiliki arti "gunung asal" (山本)
8. Nakamura memiliki arti "tengah kampung" (中村)
9. Ohayashi memiliki arti "hutan kecil" (小林)
10. Kobayashi memiliki arti "hutan kecil" (小林)
11. Kato memiliki arti "wisteria yang menambah" (加藤)
12. Kichida memiliki arti "sawah kegembiraan" (吉田)
13. Yoshida memiliki arti "sawah kegembiraan" (吉田)
14. Yamada memiliki arti "sawah di gunung" (山田)
15. Sasaki memiliki arti "pohon bantuan" (佐々木)
16. Yamaguchi memiliki arti "mulut gunung" (山口)
17. Matsumoto memiliki arti "pohon pinus asal" (松本)
18. Ine memiliki arti "atas sumur" (井上)
19. Inoue memiliki arti "atas sumur" (井上)
20. Saito memiliki arti "wisteria penyucian" (斎藤)
21. Kimura memiliki arti "kampung pohon" (木村)
22. Hayashi memiliki arti "hutan kecil" (林)
23. Rin memiliki arti "hutan kecil" (林)
24. Kiyomizu memiliki arti "air suci" (清水)
25. Shimizu memiliki arti "asir suci" (清水)
26. Yamasaki memiliki arti "lembah gunung" (山崎)
27. Ikeda memiliki arti "sawah berkolam" (池田)
28. Abe memiliki arti "bagian sudut" (阿部)
29. Mori memiliki arti "hutan" (森)
30. Hashimoto memiliki arti "jembatan asal" (橋本)
31. Yamashita memiliki arti "gunung di bawah" (山下)
32. Ishikawa memiliki arti "sungai berbatu" (石川)
33. Nakashima memiliki arti "pulau pusat" (中島)
34. Maeda memiliki arti "depan sawah" (前田)
35. Fujita memiliki arti "sawah wisteria" (藤田)
36. Ogawa memiliki arti "sungai kecil" (小川)
37. Kokawa memiliki arti "sungai kecil" (小川)
38. Okada memiliki arti "sawah di bukit" (岡田)
39. Gato memiliki arti "belakang wisteria" (後藤)
40. Goto memiliki arti "belakang wisteria" (後藤)
41. Hasegawa memiliki arti "sungai lembah panjang" (長谷川)
42. Hayagawa memiliki arti "sungai lembah panjang" (長谷川)
43. Samurakami memiliki arti "kampung atas" (村上)
44. Murakami memiliki arti "kampung atas" (村上)
45. Kondo memiliki arti "dekat wisteria" (近藤)
46. Chikafuji memiliki arti "dekat wisteria" (近藤)
47. Ishii memiliki arti "sumur berbatu" (石井)
48. Sakamoto memiliki arti "bukit asal" (坂本)
49. Endo memiliki arti "wisteria yang jauh" (遠藤)
50. Aoki memiliki arti "pohon hijau" (青木)
51. Fujii memiliki arti "sumur wisteria" (藤井)
52. Nishimura memiliki arti "kampung barat" (西村)
53. Fukuda memiliki arti "sawah keberuntungan" (福田)
54. Oota memiliki arti "sawah besar" (太田)
55. Miura memiliki arti "tiga teluk" (三浦)
56. Fujihara memiliki arti "padang wisteria" (藤原)
57. Okamoto memiliki arti "bukit asal" (岡本)
58. Matsuda memiliki arti "sawah berpohon pinus" (松田)
59. Saitou memiliki arti "wisteria yang sama" (斉藤)
60. Nakagawa memiliki arti "sungai tengah" (中川)
61. Nakano memiliki arti "padang tengah" (中野)
62. Harada memiliki arti "sawah di padang rumput" (原田)
63. Ono memiliki arti "padang kecil" (小野)
64. Kono memiliki arti "padang kecil" (小野)
65. Sanu memiliki arti "padang kecil" (小野)
66. Takeuchi memiliki arti "rumah bambu" (竹内)
67. Tamura memiliki arti "kampung bersawah" (田村)
68. Kaneko memiliki arti "anak emas" (金子)
69. Wada memiliki arti "sawah Jepang" (和田)
70. Nakayama memiliki arti "gunung tengah" (中山)
71. Ishida memiliki arti "sawah berbatu" (石田)
72. Ageda memiliki arti "sawah atas" (上田)
73. Ueda memiliki arti "sawah atas" (上田)
74. Kamida memiliki arti "sawah atas" (上田)
75. Jouda memiliki arti "sawah atas" (上田)
76. Morita memiliki arti "sawah hutan" (森田)
77. Hara memiliki arti "padang rumput" (原)
78. Shibata memiliki arti "sawah kayu bakar" (柴田)
79. Sakai memiliki arti "sumur tuak" (酒井)
80. Sakei memiliki arti "sumur tuak" (酒井)
81. Kudo memiliki arti "pendirian wisteria" (工藤)
82. Kodo memiliki arti "pendirian wisteria" (工藤)
83. Yokoyama memiliki arti "gunung datar" (横山)
84. Miyazaki memiliki arti "tanjung istana" (宮崎)
85. Miyamoto memiliki arti "istana asal" (宮本)
86. Uchida memiliki arti "sawah dalam" (内田)
87. Kouki memiliki arti "pohon tinggi" (高木)
88. Takaki memiliki arti "pohon tinggi" (高木)
89. Ando memiliki arti "wisteria yang damai" (安藤)
90. Taniguchi memiliki arti "mulut lebah" (谷口)
91. Oono memiliki arti "padang luas" (大野)
92. Imai memiliki arti "sumur sekarang" (今井)
93. Maruyama memiliki arti "gunung melingkar" (丸山)
94. Kouda memiliki arti "sawah tinggi" (高田)
95. Takata memiliki arti "sawah tinggi" (高田)
96. Kawano memiliki arti "padang sungai" (河野)
97. Kouno memiliki arti "padang sungai" (河野)
98. Fujimoto memiliki arti "wisteria asal" (藤本)
99. Ojima memiliki arti "pulau kecil" (小島)
100. Kojima memiliki arti "pulau kecil" (小島)
101. Takeda memiliki arti "sawah prajurit" (武田)
Sumber












.jpg)